Monday, October 15, 2018

KONSEP TENAGA KERJA




Tenaga kerja sebagai salah satu faktor input produksi mempunyai arti penting dalam proses produksi karena semua kekayaan alam menjadi tidak berguna dan tidak memberikan nilai tambah apabila tidak dieksploitasi dan diolah oleh pekerja. Alam telah memberikan kekayaan yang tak terhitung, tetapi tanpa usaha manusia semua itu hanya akan tersimpan saja. Banyak negara memiliki kekayaan sumber alam, tetapi karena sumber daya manusianya belum mampu menggalinya maka mereka tetap miskin dan terbelakang. Disamping adanya sumber daya alam, juga diperlukan sumber daya manusia yang mampu bekerja sungguh-sungguh, tekun dan bijaksana agar mampu mengolah sumber alam seoptimal mungkin untuk kepentingan negara dan masyarakat.
Tenaga kerja yang berkualitas akan sangat menentukan kualitas proses dijalankannya. Melalui proses yang berkualitas tinggi menggunakan faktor input yang baik termasuk di antaranya bahan baku dan tenaga kerja, maka diharapkan akan dihasilkan output yang berkualitas pula. Kemajuan zaman akan menjadikan konsumen butuh dan menginginkan produk yang berkualitas dan semakin lama akan semakin tinggi tuntutannya terhadap kualitas produk. Membangun tenaga kerja yang berkualitas menjadi keharusan dan menjadi salah satu cara memperoleh proses dan output produk berkualitas. Islam memandang adanya beberapa aspek penting untuk memperoleh tenaga kerja berkualitas, diantaranya adalah:
-       Aspek Keilmuan (Q.S. Al-Anbiyaa : 7)
Kami tiada mengutus Rasul-Rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui”.
-       Aspek Ketaqwaan (Q.S. Al-Hujarat : 13)
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.
-       Aspek Proaktif (Q.S. Ar-Ra’d : 11)
Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan sekali-kali tidak ada perlindungan bagi mereka selain Dia”.
-       Aspek Sinergi (Q.S. An-Nissa : 71)
Hai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu dan majulah (ke medan pertempuran) berkelompok-kelompok atau majulah bersama-sama”.
-       Aspek Produktivitas (Q.S. Al-Jumu’ah : 10)
Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung”.
-       Aspek Sosial (Q.S. Al-Maa’uun : 1-3)
Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin”.
Jika ke enam aspek tersebut dapat dikembangkan secara dini dan maksimal, maka akan terwujud tenaga kerja yang berkualitas, sehingga akan menambah aset berharga bagi masyarakat. Keluarga sebagai lembaga yang menghasilkan dan mengelola sumber daya manusia tentunya berperan sangat dominan dalam membentuk kepribadian manusia sebagai calon pekerja yang berilmu, produktif, tawaqal, sinergi, proaktif dan berwawasan sosial. Dimilikinya semua aspek tersebut dalam diri pekerja pasti akan dapat meningkatkan kaulitas tenaga kerja di pasar tenaga kerja.
Peningkatan kualitas dan kemampuan pekerja secara berkelanjutan dapat dilakukan perusahaan melalui pelatihan, yaitu proses sistematik untuk mengubah perilaku pekerja dalam suatu arah tertentu guna meningkatkan hasil atau pencapaian tujuan organisasi. Pelatihan ini penting bagi pekerja karena akan meningkatkan produktivitas kerja dan menumbuhkan kepercayaan akan kemampuan dan prospek kerja yang dimilikinya. Sedangkan bagi perusahaan, pelatihan ini penting karena akan memberikan nilai tambah bagi perusahaan lebih optimal. Ada dua bentuk pelatihan bagi pekerja, yaitu:
-   On the job training, pelatihan ini melibatkan pekerja secara langsung pada pekerjaan tertentu sehingga pekerja memperoleh pengalaman langsung pada pekerja lain yang sudah lebih dahulu menangani dan memiliki pengalaman kerja.                                                                       
-    Off the job training, pelatihan ini berada di luar lokasi kerja, sehingga pekerja dipersiapkan dan diberi bekal oleh para ahli yang bukan hanya pekerja ahli, di antaranya untuk menambah pengetahuan, teori baru dan kemajuan teknologi baru. 

No comments:

Post a Comment